Sabtu, 08 Oktober 2011

CANON EOS 60D

Halo canon lover's disini penulis mau kasih sedikit info kamera lanjutan atau semi pro, yang lagi in dan hotnya EOS 60D.
CANON EOS 60D
( Memberikan kekuatan bagi pemiliknya )

60D lebih terkesan sebagai kamera fotografer canggih. 
Canon EOS 60D bisa dibilang salah satu jawaban untuk fotografer yang sering mengambil foto dengan sudut pandang ekstrem. Sebut saja untuk fotografer jurnalistik yang kerap berdesakan ketika membidik gambar narasumber.
Dalam kondisi berdesakan dan wajah nara sumber terhalang banyak orang, tak jarang para fotografer mengandalkan instingnya dengan membidik tanpa melihat dari lubang view finder. Teknik tersebut tak selalu menghasilkan gambar yang bagus. Hasilnya pun berdasarkan kepada kemampuan dan insting setiap fotografer, yang sayangnya tidak banyak yang memiliki bakat menghasilkan gambar yang tepat.
Layar Vari Angle bisa dibilang menjadi daya jual utama EOS 60D. Dari tampilan fisik layar bisa diputar ke segala arah dengan lebar 3 inci ini sangat membantu penggunanya untuk mengambil gambar dengan sudut low angle atau overhead.

Hal tersebut berlaku untuk pengambilan gambar foto maupun video dengan kualitas HD yang ada di dalam EOS 60D. LCD Vari Angle sebenarnya bukanlah terobosan baru milik Canon. Nikon telah mengeluarkan seri D5000 yang mengusung teknologi layar Vari Angle. Hanya saja Nikon D5000 merupakan kamera kelas pemula, jelas tidak bisa disejajarkan dengan EOS 60D.
Spesifikasi umum EOS 60D
  • Sensor CMOS beresolusi 18MP
  • Prosesor DIGIC 4
  • Kecepatan continuous shooting hingga 5,3 fps dengan maksimum 58 foto Large/Fine dalam sekali jepretan tombol rana/shutter.
  • Sistem Auto Focus dengan 9 titik cross type auto-focus sensor
  • Rentang ISO antara 100 – 6400 yang dapat ditingkatkan hingga 12800
  • 63-zone dual-layer metering sensor
  • Built-in speedlite transmitter
  • Fungsi perekaman video beresolusi hingga Full HD (1920x1080p)
  • Battery grip BG-E9 yang dapat diisi dengan 2 unit battery pack LP-E6
  • Dimensi body 144.5 x 105.8 x 78.6mm
  • Media penyimpanan memori SD, SDHC, SDXC card
Berada di tengah
Kehadiran 60D bisa dibilang sedikit unik. Sebelumnya banyak orang berharap kemampuan tipe ini melebihi EOS 7D sebagai kamera kelas menengah. Sayangnya, kemampuan 60D bisa dibilang di bawah EOS 7D, meski sama-sama mengusung resolusi 18 megapixel. Jika dilihat dari fitur dan kemampuannya, kamera ini berada di tengah antara EOS 7D dan 50D. Produk di kelas ini tidak memiliki bandingan dengan produk kompetitor, ditambah dengan keunggulan layar yang bisa diputar.
Produk ini memiliki kemampuan ISO yang mencapai rentang awal 100-6400 dan bisa ditingkatkan hingga 12800, sementara EOS 50D hanya memiliki rentang awal ISO 100-3200. Kemampuan EOS dalam mengambil gambar dengan ISO tinggi tak perlu diragukan lagi. Ketika dicoba, ISO 6400 yang dijajal pada 60D hanya menghasilkan sedikit noise. Gangguan baru terlihat jelas ketika ISO ditingkatkan menjadi 12800.
Keunggulan lainnya adalah kualitas video yang sama seperti tipe 7D, berbeda dengan EOS 50D yang tidak memiliki kemampuan video. Canon 60D memanjakan pengguna melalui kualitas Full HD (1920x1080p) dan berbagai frame rate yang bisa dipilih antara lain 30, 25 dan 24fps, serta 720p video pada 60 dan 50 fps.
Tak hanya itu, Canon juga menanam fitur-fitur unik seperti filter Toy Camera, Soft Focus, Foto Hitam Putih Berpasir (Grainy), dan Miniature yang membuat EOS 60D makin menarik.Berbagai fitur tersebut bisa diterapkan pada format JPEG dan RAW.
Keistimewaan lain dari Canon EOS 60D adalah kecanggihannya dalam melakukan proses gambar RAW dalam kamera. Salah satu contohnya dalam mengatur parameter pencahayaan, white balance, dan picture style untuk kemudian disimpan dalam format JPEG langsung di kamera tanpa melalui komputer.

Rabu, 27 Juli 2011

Lensa tamron AF 18-200MM F/3.5-6.3 XR DI II

LENSA SUPERZOOM TAMRON 18-200mm
Silawas yang tetap eksis

Gw sedikit mau kasih info buat canon lover’s yang masih bingung dalam hal mau beli lensa Superzoom, yang harganya ngga terlalu mahal, hasil cukup memuaskan. Tapi kalau banyak duit sich ngga jadi masalah sarang gue ngga usah muluk-muluk langsung aja beli canon 18-200is atau 18-135is hehehehe..
Setelah gw cari-cari info di mbah google ternyata gw ke pincut sama tamron 18-200, harga ngga terlalu mahal, model ngga jadul hasil cukup memuaskan. Langsung gw ke toko octagon disana gw dapet harganya 2.3 jt tp dpt potongan 150,000( lumayan buat tambahan filter hoya hehehe…), garansi distributor anaphoto 1tahun.
Gue pasang dech tuh lensa tamron di body canon 1000dolar eh 1000D. kalau di liat sich cukup gagah dan mantap. Nich fotonya:



 
Lensa tamron  AF 18-200MM F/3.5-6.3 XR DI II, ini adalah salah satu lensa superzoom paling tua dipasaran lensa. Setidaknya lensa ini untuk kamera APS-C, karena Tamron 18-200mm telah dilansir sejak enam tahun lalu. Dan tidak mengejutkan produk ini selalu memperbaiki kekurangan dari produk sebelumnya.

lensa Tamron AF18-200mm F/3.5-6.3 XR Di LD Aspherical-II (IF) MACRO adalah lensa zoom daya tinggi dirancang khusus untuk kamera SLR digital dengan menggunakan (APS-C) lebih kompak ukuran sensor gambar digital. Panjang fokus lensa ini setara dengan sekitar. 28-300mm dalam format 35mm.

Dirancang sebagai sebuah lensa "all-in-satu", itu akan memenuhi hampir semua peluang fotografi tanpa lensa berubah.

Lensa zoom 18-200mm menyadari suatu (Jarak Fokus Minimum) MFD sebesar 1,5 '(45 cm) selama rentang zoom oleh kerja dari konfigurasi desain baru optik / mekanik. Karena rasio perbesaran maksimal pada f = 200mm 1:3.7 adalah, Anda dapat menikmati fotografi close-up dengan mudah dan nyaman.

Kaca Khusus Dioptimalkan untuk digital SLR
     XR (Indeks bias Ekstra) desain kaca mengurangi berbagai penyimpangan minimum mutlak dan mencapai perampingan yang luar biasa pada waktu yang sama. Selain itu, tiga elemen lensa aspherical hibrida dan dua LD (Low Dispersion) elemen kaca yang digunakan untuk mencapai kompensasi yang efektif dari penyimpangan berwarna on-axis dan lateral, faktor penting untuk meningkatkan kualitas optik dalam fotografi digital.

Permukaan internal Coating untuk Mengurangi ghosting dan Flare
     Lapisan Permukaan lensa fitur internal (yaitu, beberapa lapisan coating pada permukaan disemen unsur jamak) dan baru beberapa teknologi lapisan-lapisan pada unsur-unsur biasa dalam rangka untuk meminimalkan refleksi yang terjadi ketika cahaya masuk melalui elemen depan dan untuk mengurangi efek gambar merendahkan disebabkan oleh pencitra sendiri.

Zoom Kunci Mekanisme
     Lock Zoom mencegah gerakan yang tidak diinginkan per barel saat membawa lensa / kombinasi kamera.

Di-II Seri Desain
     Desain telah ditingkatkan dengan menambahkan pita berwarna emas antara fokus dan cincin zoom untuk meningkatkan penampilan dan membuatnya menonjol sebagai lensa Di-II. Pola karet dari zoom dan cincin fokus kontrol telah diperbaiki pada waktu yang sama untuk melengkapi gaya desain digital kamera dan untuk menyediakan penanganan yang lebih baik.

Hasil  foto dari lensa tamron 18-200:
focal length 18mm



focal length 35mm
 focal length 135mm
                                         untuk lalat sudah di crop dan menggunakan manual focus



 focal length 200mm




mungkin inilah sedikit info tentang lensa superzoom tamron 18-200, semoga bisa membantu teman-2 untuk bisa mendapatkan lensa yg di inginkan.
thanks....

Sabtu, 02 Juli 2011

KODE DI LENSA CANON

Buat canon lover's pasti masih ada yang bingung dengan kode yang ada di setiap lensa camera canon, mau tahu tentang kode tersebut:

Canon EF-S 18-55 mm f/3.5-5.6 IS
Lensa zoom ini biasanya dipaket saat membeli kamera dSLR Canon untuk pemula seperti Canon 1000D, 450D, 500D
Canon EF-S : artinya model lensa yang dirancang khusus untuk kamera DSLR dengan sensor krop/kecil (relatif dengan kamera film (full frame). Lensa ini tidak bisa digunakan untuk dipasang di DSLR kamera full frame seperti Canon 5D atau Canon 1Ds.
18-55mm : Ini rentang fokal lensa. Bagi yang berpengalaman dalam mengunakan kamera film, rentang fokal lensa ini ekuivalen dengan kurang lebih 29-88mm. Rentang fokal lensa ini cukup fleksibel untuk penggunaan sehari-hari.
f/3.5 – 5.6 : Ini berarti rentang maksimal bukaan lensa. Pada rentang fokal 18mm, maksimal bukaan adalah f/3.5 sedangkan pada rentang fokal 55mm, maksimal bukaan adalah f/.5.6.
IS : Singkatan dari Image Stabilization, artinya lensa ini memiliki kemampuan untuk meredam getaran tangan kita sehingga gambar yang dihasilkan tidak blur. Fitur ini sangat berguna terutama pada saat kita mengambil foto dengan setting kecepatan pemantik rendah.


Canon EF-S 17-55mm f/2.8 IS USM

Bila Anda melihat angka bukaan cuma 1 saja, seperti lensa diatas (f/2.8), ini berarti lensa ini memiliki bukaan konstan. Dari rentang fokal 17 sampai 55mm, maksimal bukaan yang bisa kita pergunakan adalah f/2.8.
USM : Singkatan dari Ultrasonic Motor. Ini menandakan di dalam lensa ada built-in auto fokus. USM juga menandakan auto fokus lebih cepat dan tidak bersuara.

Canon EF 50mm f/1.8
Lensa diatas ini hanya mempunyai sebuah rentang fokal yaitu 50mm. Artinya lensa ini bukan lensa zoom (Anda tidak bisa zoom mengunakan lensa ini, untuk memperbesar/memperkecil objek, anda harus mendekati objek atau menjauhi objek).
Lensa ini juga memiliki kode EF  bukan EF-S yang berarti lensa ini bisa dipakai di kamera full frame.

Canon EF 70-200mm f/4 IS USM
 
Lensa diatas disebut juga telephoto zoom karena rentang fokalnya cukup besar yaitu 70-200mm
Sayangnya kode lensa ini tidak berlaku universal, sehingga lensa merek lain akan memiliki kode yang berbeda-beda. Tetapi tidak masalah, biasanya struktur kodenya sama. Daftar singkatan dibawah ini akan mempermudah pengertian Anda terhadap lensa-lensa bukan Canon.


Sabtu, 18 Juni 2011

EOS 650 Kamera pertama Canon EOS (Electro Optical System)



Sedikit bagi-bagi cerita aja buat canon lover's ( sebutan gue buat pengguna canon ) setelah browsing sama mbah Google mencari sejarah kamera eos canon, akhirnya dapet juga.
Singkatnya bulan Maret 1985 Canon memutuskan untuk membuat Autofocus SLR terbaik yang akan diluncurkan tanggal 1 Maret 1987 bertepatan dengan ulang tahun Canon yang ke-50. Dibuatlah project yang dinamakan “EOS (Electro Optical System)”. Diambil dari nama Dewa Fajar dalam mitos Yunani.
Maret 1987, Canon membuat kamera EOS pertama yaitu “EOS 650″ dengan inovasi dan keunikan teknologi yaitu :
• highly sensitive focusing sensor,
• BASIS (Base-Stored Image Sensor),
• the high-precision motor, dan
• USM (Ultrasonic Motor)
kamera ini merupakan kamera komersial pertama dunia dengan super microcomputer. Prestasi ini mendapat penghargaan European Camera ’87/’88 Award.
Selanjutnya Canon mengembangkan kamera SLR – EOS ini hingga memasuki era digital. Berikut ini rangkaian produksi Canon EOS :
• Bulan Mei 1987 dipasarkan “EOS 620”
• Tahun 1989 dipasarkan “EOS 630″ dan”EOS-1″
• Tahun 1990 dipasarkan “EOS 10″
• Bulan Oktober 1990 dipasarkan “EOS 1000QD”
• Bulan Agustus 1991, dipasarkan “EOS 100QD”, kamera ini adalah “the first really quiet SLR in the world”.
• Bulan November 1994 dipasarkan “EOS-1N”.
• Bulan September 1993 dipasarkan “EOS Kiss” kepanjangan dari “Keep It Smart and Silent.”
• Bulan September 1996 dipasarkan “New EOS Kiss”
• Bulan November 1992 dipasarkan “EOS 5QD”
• Bulan September 1995 dipasarkan “EOS 55″
• Bulan Oktober 1996 dipasarkan “EOS IX E”
• Bulan Juli 1996 Canon memasarkan kamera digital pertamanya “PowerShot 600″, kamera ini     kerjasamaCanon   dengan Eastman Kodak.
• Bulan Nopember 1998 dipasarkan “EOS-3″
• Bulan April 1999 dipasarkan “EOS Kiss III”
• Bulan April 2000 dipasarkan “EOS-1V” hasil pengembangan kamera “EOS-1N”, yang kemudian memenangkan penghargaan pada Photo-Journalists Club’s 17th Annual Camera Grad Prix.
• Bulan Maret 1998 dipasarkan “EOS D2000″
• Bulan Desember 1998 dipasarkan “EOS D6000″
• Bulan September 2000 dipasarkan “EOS D30”
• Tahun 2001 dipasarkan EOS-1D (kamera SLR digital professional)
• Tahun 2002 dipasarkan EOS-1Ds (kamera SLR digital professional)
• Bulan Februari 2003 dipasarkan “EOS 10-D” (SLR digital)
• Bulan September 2003 dipasarkan “EOS 300D” atau dikenal “EOS Kiss Digital”
• Bulan Agustus 2004 dipasarkan “EOS 20-D” (SLR digital)
• Bulan Februari 2005 dipasarkan EOS 350D atau dikenal dengan ”Digital Rebel XT”
• Bulan Agustus 2005 dipasarkan “EOS-5D” (SLR digital)
• Bulan Februari 2006 dipasarkan “EOS-30D” (SLR digital)
• Bulan Agustus 2008 dipasarkan ”EOS-40D” (SLR digital

ya kurang lebih begitulah sedikit cerita perjalanan camera EOS canon, berarti kamera canon gue EOS 1000d, generasi yg keberapa yah......?